Atlet MMA asal Tapanuli Utara, Elipitua Siregar, Membunuh Kakaknya karena Konflik Keluarga Terkait Ibu yang Diusir

Atlet MMA asal Tapanuli Utara, Elipitua Siregar, Membunuh Kakaknya karena Konflik Keluarga Terkait Ibu yang Diusir

Jakarta | detikcom.id – Seorang atlet Mixed Martial Arts (MMA) bernama Elipitua Siregar, yang berasal dari Tapanuli Utara, Sumatera Utara, dilaporkan membunuh kakak kandungnya, Marganti Siregar, karena sang ibu diusir oleh kakaknya tersebut. Kejadian ini terjadi pada 15 Oktober 2022, sekitar pukul 08.00 WIB di sebuah warung kopi di depan rumah orang tua mereka di Desa Silali Toruan, Kecamatan Muara, Kabupaten Taput.

Baca juga:  Motiv Wanita Potong Penis Pacarnya "Terkait Video Mesum"

Menurut laporan detikNews.org pada Kamis (9/3/2023), Elipitua sedang minum kopi di warung tersebut ketika kakaknya datang dan menyapanya dengan ramah. Namun, saat Elipitua menanyakan alasan mengapa kakaknya mengusir ibu mereka yang sakit, Marganti merasa emosi dan mendorong Elipitua dari tempat duduknya.

Elipitua merasa kesal dengan perlakuan kakaknya dan mengambil gagang kampak kayu yang ada di warung. Dia memukulkan kayu tersebut ke kepala dan punggung kakaknya secara berulang-ulang hingga menyebabkan kematian Marganti.

Baca juga:  Breaking News: Lukas Enembe Dibawa ke Jakarta Didampingi Dokter dan Perawat

Setelah menghabisi nyawa kakaknya, Elipitua berlari ke rumah mereka dan menemui ibunya sambil menangis. Marganti mengalami luka robek di kepala, tulang retak, lecet, dan bahkan sebagian jaringan otaknya terlihat keluar dari celah retakan. Hasil visum menyimpulkan bahwa kemungkinan penyebab kematian Marganti adalah karena kekerasan atau pukulan benda tumpul berulang-ulang.

Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya mengendalikan emosi dan menyelesaikan konflik secara damai, terlebih jika melibatkan orang yang kita sayangi. Tindakan kekerasan tidak akan membawa solusi apapun dan justru akan membawa akibat yang buruk bagi diri sendiri dan orang lain. Oleh karena itu, mari kita selalu memilih untuk berbicara dan menyelesaikan masalah dengan cara yang baik dan tidak kekerasan. (dn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *