Apresiasi Pemberian Tanaman Cabai Oleh Moeldoko Beserta Tim, Komunitas Mata Air Cipucuk Ampel Harapkan Perhatian Pemerintah Pada Program Kolam Teraphy Ikannya

Apresiasi Pemberian Tanaman Cabai Oleh Moeldoko Beserta Tim, Komunitas Mata Air Cipucuk Ampel Harapkan Perhatian Pemerintah Pada Program Kolam Teraphy Ikannya

Depok | detikNews – Penyerahan 1 Juta bibit tanaman Cabai hasil kolaborasi antara Kementerian Pertanian, Kwarnas Gerakan Pramuka, dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), diserahkan secara simbolis oleh Kepala Staff Kepresidenan Moeldoko kepada Komunitas Mata Air Cipucuk Ampel dan sejumlah Kelompok Wanita Tani di bantaran Sungai Ciliwung, RW03 Kampung Parung Serab, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya Kota Depok.

Moeldoko, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staff Kepresidenan mengatakan, bahwa kegiatan tersebut dilakukan dengan harapan agar komoditas Cabai tidak sampai menyebabkan inflasi naik, karena Cabai bisa dipenuhi secara mandiri dengan gerakan menanam di masing-masing pekarangan rumah masyarakat yang sedang dicanangkan Pemerintah.

“Jangan sampai gara-gara Cabai, inflasi kita naik. Padahal kita bisa tanam cabai sendiri di pekarangan rumah”, ucap Moeldoko, Rabu 25/1/2023.

Moeldoko menjelaskan, bahwa komoditas Cabai seringkali menjadi penyumbang inflasi nasional. Terlebih saat harganya mengalami kenaikan cukup tinggi. Padahal kebutuhan Cabai bisa dipenuhi secara mandiri dengan gerakan menanam cabai di pekarangan rumah. Sebanyak 1 juta bibit Cabai jenis Rawit Merah yang sudah disiapkan sedang dalam proses persemaian di Kwarnas Gerakan Pramuka, dan akan dibagikan secara bertahap kepada masyarakat di sekitar bantaran Sungai Ciliwung.

Baca juga:  Sebanyak 58 Peserta Ikuti Perlombaan MTQ dan Festival Seni Qasidah Tahun 2023 Tingkat Kelurahan Kisaran Naga

“Kalau benar-benar ditanam dan dirawat dengan baik, saya yakin bisa untuk menambah pendapatan keluarga”, ungkapnya.

“Ini bukan seremonial saja. Tapi gerakan yang riil. Saya akan mengecek langsung untuk memastikan bibit Cabai ini ditanam dan dirawat dengan baik”, tandasnya.

Moeldoko berharap, Kegiatan gerakan tanam Cabai tersebut, tidak hanya bisa mencukupi kebutuhan Cabai sehari-hari, melainkan bisa juga menjadikannya sumber pendapatan bukan hanya diwilayah Kota Depok saja. Namun bisa berkembang diberbagai wilayah khususnya Jakarta.

Sementara itu, Tomy Ketua Komunitas Mata Air Cipucuk Ampel mengungkapkan, bahwa dirinya sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, dan berharap adanya perhatian khusus baik dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, maupun Pemerintah Pusat untuk dapat memfasilitasi segala kebutuhan Komunitas Mata Air Cipucuk Ampel, dalam kegiatan tim nya merawat, serta menjaga kelestarian lingkungan.

“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat telah berjalan dengan lancar wawalupun disertai dengan sedikit rintikan hujan. Terimakasih banyak kepada Pak Moeldoko selaku Kepala Staff Kepresidenan beserta pihak Kementerian Pertanian, Kwarnas Gerakan Pramuka, dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), yang telah mengadakan kegiatan di tempat kami. Semoga semua yang di cita-citakan dapat segera terlaksana”, ucap Tomy.

Baca juga:  Pasar Tradisional Sukatani Depok Lengkapi SNI Terapkan Ipal

“Kami dari Komunitas Mata Air Cipucuk Ampel pun berharap, dalam upaya kami melestarikan lingkungan dikawasan bantaran Ciliwung ini bisa lebih diperhatikan. Saat ini kami sedang membuat kolam yang akan digunakan untuk pengobatan teraphy ikan. Namun, karena keterbatasan biaya, jadi pekerjaannya menjadi terhenti, dan harapan kami baik kepada Pemkot Depok maupun Pemerintah Pusat, bisa membantu kami untuk segera merealisasikan kolam ikan teraphy ini”, harapnya.

Tomy menjelaskan, bahwa selama ini tim Komunitas Mata Air Cipucuk Ampel telah berupaya melestarikan lingkungan bantaran Sungai Ciliwung tersebut, dengan anggaran seadanya yang didapat dari hasil swadaya tim nya. Dirinya menilai bahwa keberadaan Mata Air Cipucuk Ampel tersebut, adalah salah satu Cagar Budaya yang ada di Kota Depok yang sangat patut untuk diperhatikan pihak pemerintah.

Baca juga:  Breaking News: Lurah Pluit dan Camat Penjaringan Pecat Ketua RW Setelah Laporkan Pungli BUMD di Jakarta

“Mata Air Cipucuk Ampel ini sebenarnya ada dua buah. Tapi baru-baru ini, saat kita sedang membuat kolam ikan teraphy kemudian munculah satu lagi. Jadi, sekarang jumlahnya bertambah ada tiga Mata Air nya”, jelasnya.

“Dan Mata Air Cipucuk Ampel ini, dulunya punya keistimewaan/keanehan tersendiri, saat masih dikelilingi persawahan. Karena aliran air dari Mata Air Cipucuk Ampel yang posisinya berada diatas Sungai Ciliwung ini, justru malah mengalir berlawanan dengan arus air Sungai Ciliwung, yang berfungsi mengaliri area persawahan warga”, terang Tomy.

 

“Semoga harapan, dan cita-cita kami dari Komunitas Mata Air Cipucuk Ampel, untuk memiliki kolam teraphy ikan guna kebutuhan kesehatan masyarakat, dan perapihan bibir/tepi Sungai Ciliwung dengan dipasangkan bronjong sebagai penahan bantaran Sungai, bisa segera direalisasikan baik oleh Pemkot Depok, ataupun Pemerintah Pusat, dan mari kita rawat dan lestarikan bersama-sama bantaran Sungai Ciliwung ini agar dapat menjadi manfaat bagi warga, khususnya diwilayah Kota Depok”, pungkas Tomy.(Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *